Monday, 24 November 2014
FOTO KEGIATAN UPACARA PGRI LOMBA TARIK TAMBANG DAN LOMBA SENDOK KELERENG SISWA SDN 45 AMPENAN
Posted by SDN45Ampenan
On 18:38
Monday, 17 November 2014
Thursday, 13 November 2014
METODELOGI PENELITIAN
Posted by SDN45Ampenan
On 16:10
Metodologi
penelitian adalah sekumpulan
peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin.
Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan
sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan
terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban.
Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang
mendorong penelitian untuk melakukan penelitian. Setiap orang mempunyai
motivasi yang berbeda, di antaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi
masing-masing. Motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah
sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang
selalu berusaha untuk mengetahui sesuatu. Keinginan untuk memperoleh dan
mengembangkan pengetahuan merupakan kebutuhan dasar manusia yang umumnya
menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
A. Jenis Penelitian
Menurut Sugiyono (2003: 11) penelitian berdasarkan tingkat eksplanasinya (tingkat kejelasan) dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Penelitian diskriptif
Penelitian diskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain.
2. Penelitian komparatif
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Disini variabelnya masih sama dengan variabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
3. Penelitian asosiatif
Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan tertinggi dibandingkan dengan diskriptif dan komparatif karena dengan penelitian ini dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi unguk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Menurut Sugiyono, (2003:14) terdapat beberapa jenis penelitian antara lain:
1. Penelitian kuantitatif, adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.
2. Penelitian kualitatif, data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, skema, dan gambar.
Berdasarkan teori tersebut diatas, maka penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan kemudian diinterprestasikan.
B. Subyek Penelitian (populasi, sampel, dan sampling)
1. Populasi
Menurut Sugiyono (2008:115), “Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”. Dalam penelitian ini populasinya adalah semua Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta angkatan 2008 hingga angkatan 2010 yang perkirakan mencapai 200 mahasiswa.
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2008:116) “sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Sedangkan menurut Arikunto (2008:116) “Penentuan pengambilan Sample sebagai berikut :
Apabila kurang dari 100 lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-55% atau lebih tergantung sedikit banyaknya dari:
1). Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana
2). Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya dana.
3). Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti untuk peneliti yang resikonya besar, tentu saja jika samplenya besar hasilnya akan lebih baik
Penelitian ini menggunakan 50% sampel dari jumlah populasi yaitu, 100 mahasiswa dari anggota populasi.
3. Sampling
Menurut Sugiyono (2003:74-78). “Sampling adalah teknik pengambilan sample”. Ada dua macam teknik pengambilan sampel menurut Sugiyono yaitu:
a). Random Sampling
Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel.
Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara:
1). Cara undian adalah pengambilan sampel dengan cara memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk menjadi anggota sampel.
2). Cara ordinal adalah cara pengambilan sampel dengan cara kelipatan dari sampel sebelumnya, misalkan kelipatan dua, kelipatan tiga, dan seterusnya.
3). Cara randomisasi adalah pengambilan sampling melalui tabel bilangan random.
b). Non Random Sampel
Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota sampel diberi kesempatan untuk dipilih sebagai anggota sampel. Cara pengambilan sampel dengan non random sanpel ada tujuh cara yaitu:
1) Proportional sampling adalah pengambilan sampel yang memperhatikan pertimbangan unsur-unsur atau kategori dalam populasi penelitian.
2) Stratified sampling adalah cara pengambilan sampel dari populasi yang terdiri dari strata yang mempunyai susunan bertingkat.
3) Proporsive sampling adalah cara pengambilan sampel dengan menetapkan ciri yang sesuai dengan tujuan.
4) Quota sampling adalah ruang dan tempat belajar baik yang tersedia dirumah maupun dikampus.
5) Double sampling atau sampling kembar sering digunakan dalam research dan penelitian yang menggunakan angket lewat usaha menampung mereka dan mengembalikan dalam angket.
6) Area probability sampling adalah cara pengambilan sampel yang menunjukkan cara tertentu atau bagian sampel yang memiliki ciri-ciri populasi.
7) Cluster sampling adalah cara pengambilan sampel yang berdasarkan pada cluster-cluster tertentu.
8) Combinet adalah gabungan antara beberapa sampling dalam teknik random sampling dan teknik non random sampling di atas sehingga menyiapkan tampilan komunikasi.
c. Teknik Pengumpulan Data
Arikunto (2002:136) ” metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data penelitiannya ”. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa metode penelitian adalah cara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data yang di perlukan dalam penelitian.
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu
1. Kuesioner atau angket
Pengertian metode angket menurut Arikunto (2006:151) “Angket adalah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui”. Sedangkan menurut Sugiyono (2008:199) “Angket atau kuesioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab”.
Kuesioner atau angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner atau angket langsung yang tertutup karena responden hanya tinggal memberikan tanda pada salah satu jawaban yang dianggap benar.
Kebaikan metode angket :
a. Menghemat waktu, maksudnya dengan waktu yang singkat dapat memperoleh data
b. Menghemat biaya , karena tidak memerlukan banyak peralatan
c. Menghemat tenaga
Kelemahan metode angket :
a. Ada kemungkinan dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang diampaikan adalah tidak jujur
b. Apabila pertanyaan kurang jelas dapat mengakibatkan jawaban bermacam-macam
Langkah-langkah pelaksanaan angket adalah sebagai berikut :
a. Penulis membuat daftar pertanyaan
b. Setelah itu diberikan kepada reponden
c. Setelah selesai dijawab segera disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang ditetapkan sebelumnya, kemudian disajikan dalam laporan penelitian.
2. Dokumentasi
Menurut Arikunto (2006:158) “Dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapot, agenda dan sebagainya.”
Metode dokumentasi ini dimaksudkan untuk memperoleh data berdasarkan sumber data yang ada di sekolah, yaitu berupa :
a. Profil sekolah
b. Struktur organisasi
c. Hasil penilaian prestasi belajar
Menurut Ritonga (1997:15) “Skala ordinal menggunakan logika untuk membuat kategori-kategori”. Variable yang diukur dikategorikan menurut jalan pikiran lurus atau sesuai dengan logika. Kategori yang satu dibedakan dengan kategori lainnya berdasarkan aturan tertentu. Skala ordinal adalah skala yang menunjukkan tingkatan-tingkatan atau didasarkan pada tingkat teratas sampai terbawah. Meskipun demikian, jarak antara A dengan B tidak atau belum tentu sama dengan jarak B dengan C atau seterusnya.
DAFTAR PUSTAKA:
Arikunto, Suharsimi. 2006. Metodelogi penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara.
Ritonga, Rahman. 1997. Statistika untuk Penelitian Psikologi dan Penelitian. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI.
Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Bandung. Pusat Bahasa Depdiknas.
Sumber: http://widisudharta.weebly.com/metode-penelitian-skripsi.html
A. Jenis Penelitian
Menurut Sugiyono (2003: 11) penelitian berdasarkan tingkat eksplanasinya (tingkat kejelasan) dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Penelitian diskriptif
Penelitian diskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain.
2. Penelitian komparatif
Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Disini variabelnya masih sama dengan variabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
3. Penelitian asosiatif
Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan tertinggi dibandingkan dengan diskriptif dan komparatif karena dengan penelitian ini dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi unguk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Menurut Sugiyono, (2003:14) terdapat beberapa jenis penelitian antara lain:
1. Penelitian kuantitatif, adalah penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.
2. Penelitian kualitatif, data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, skema, dan gambar.
Berdasarkan teori tersebut diatas, maka penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian dianalisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan kemudian diinterprestasikan.
B. Subyek Penelitian (populasi, sampel, dan sampling)
1. Populasi
Menurut Sugiyono (2008:115), “Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan”. Dalam penelitian ini populasinya adalah semua Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta angkatan 2008 hingga angkatan 2010 yang perkirakan mencapai 200 mahasiswa.
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2008:116) “sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Sedangkan menurut Arikunto (2008:116) “Penentuan pengambilan Sample sebagai berikut :
Apabila kurang dari 100 lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10-15% atau 20-55% atau lebih tergantung sedikit banyaknya dari:
1). Kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana
2). Sempit luasnya wilayah pengamatan dari setiap subyek, karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya dana.
3). Besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti untuk peneliti yang resikonya besar, tentu saja jika samplenya besar hasilnya akan lebih baik
Penelitian ini menggunakan 50% sampel dari jumlah populasi yaitu, 100 mahasiswa dari anggota populasi.
3. Sampling
Menurut Sugiyono (2003:74-78). “Sampling adalah teknik pengambilan sample”. Ada dua macam teknik pengambilan sampel menurut Sugiyono yaitu:
a). Random Sampling
Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel.
Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara:
1). Cara undian adalah pengambilan sampel dengan cara memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk menjadi anggota sampel.
2). Cara ordinal adalah cara pengambilan sampel dengan cara kelipatan dari sampel sebelumnya, misalkan kelipatan dua, kelipatan tiga, dan seterusnya.
3). Cara randomisasi adalah pengambilan sampling melalui tabel bilangan random.
b). Non Random Sampel
Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota sampel diberi kesempatan untuk dipilih sebagai anggota sampel. Cara pengambilan sampel dengan non random sanpel ada tujuh cara yaitu:
1) Proportional sampling adalah pengambilan sampel yang memperhatikan pertimbangan unsur-unsur atau kategori dalam populasi penelitian.
2) Stratified sampling adalah cara pengambilan sampel dari populasi yang terdiri dari strata yang mempunyai susunan bertingkat.
3) Proporsive sampling adalah cara pengambilan sampel dengan menetapkan ciri yang sesuai dengan tujuan.
4) Quota sampling adalah ruang dan tempat belajar baik yang tersedia dirumah maupun dikampus.
5) Double sampling atau sampling kembar sering digunakan dalam research dan penelitian yang menggunakan angket lewat usaha menampung mereka dan mengembalikan dalam angket.
6) Area probability sampling adalah cara pengambilan sampel yang menunjukkan cara tertentu atau bagian sampel yang memiliki ciri-ciri populasi.
7) Cluster sampling adalah cara pengambilan sampel yang berdasarkan pada cluster-cluster tertentu.
8) Combinet adalah gabungan antara beberapa sampling dalam teknik random sampling dan teknik non random sampling di atas sehingga menyiapkan tampilan komunikasi.
c. Teknik Pengumpulan Data
Arikunto (2002:136) ” metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data penelitiannya ”. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa metode penelitian adalah cara yang dipergunakan untuk mengumpulkan data yang di perlukan dalam penelitian.
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu
1. Kuesioner atau angket
Pengertian metode angket menurut Arikunto (2006:151) “Angket adalah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui”. Sedangkan menurut Sugiyono (2008:199) “Angket atau kuesioner merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab”.
Kuesioner atau angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis kuesioner atau angket langsung yang tertutup karena responden hanya tinggal memberikan tanda pada salah satu jawaban yang dianggap benar.
Kebaikan metode angket :
a. Menghemat waktu, maksudnya dengan waktu yang singkat dapat memperoleh data
b. Menghemat biaya , karena tidak memerlukan banyak peralatan
c. Menghemat tenaga
Kelemahan metode angket :
a. Ada kemungkinan dalam memberikan jawaban atas pertanyaan yang diampaikan adalah tidak jujur
b. Apabila pertanyaan kurang jelas dapat mengakibatkan jawaban bermacam-macam
Langkah-langkah pelaksanaan angket adalah sebagai berikut :
a. Penulis membuat daftar pertanyaan
b. Setelah itu diberikan kepada reponden
c. Setelah selesai dijawab segera disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang ditetapkan sebelumnya, kemudian disajikan dalam laporan penelitian.
2. Dokumentasi
Menurut Arikunto (2006:158) “Dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapot, agenda dan sebagainya.”
Metode dokumentasi ini dimaksudkan untuk memperoleh data berdasarkan sumber data yang ada di sekolah, yaitu berupa :
a. Profil sekolah
b. Struktur organisasi
c. Hasil penilaian prestasi belajar
Menurut Ritonga (1997:15) “Skala ordinal menggunakan logika untuk membuat kategori-kategori”. Variable yang diukur dikategorikan menurut jalan pikiran lurus atau sesuai dengan logika. Kategori yang satu dibedakan dengan kategori lainnya berdasarkan aturan tertentu. Skala ordinal adalah skala yang menunjukkan tingkatan-tingkatan atau didasarkan pada tingkat teratas sampai terbawah. Meskipun demikian, jarak antara A dengan B tidak atau belum tentu sama dengan jarak B dengan C atau seterusnya.
DAFTAR PUSTAKA:
Arikunto, Suharsimi. 2006. Metodelogi penelitian. Yogyakarta: Bina Aksara.
Ritonga, Rahman. 1997. Statistika untuk Penelitian Psikologi dan Penelitian. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI.
Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Bandung. Pusat Bahasa Depdiknas.
Sumber: http://widisudharta.weebly.com/metode-penelitian-skripsi.html
Sunday, 9 November 2014
Cara Memasukkan Siswa Secara Kolektif ke Rombel Kelas Sesuai Tingkatannya
Posted by SDN45Ampenan
On 19:30
Sebelum lanjut ke langkah memasukkan siswa ke rombongan belajarnya, bagi OPS yang belum upload daftar siswa dan menambahkan nama kelas silahkan baca dulu :
sumber : http://caradata.blogspot.com/2014/09/cara-memasukkan-siswa-secara-kolektif.html
Sobat OPS, kali ini Admin akan berbagi pengalaman tentang cara memasukkan siswa secara kolektif ke rombongan belajar atau kelasnya masing-masing sesuai dengan tingkatannya, coba perhatikan gambar di bawah ini :
Pada gambar di atas terlihat 5 nama Siswa :
- AFRI MUHDIANTO >>> Tingkat 6 ; Kelas 6 ( sudah memiliki kelas )
- AGIS JAYA PUTRI >>>> Tingkat 3 ; belum memiliki kelas
- AGUS HIJR ISMAIL >>> Tingkat 1 ; belum memiliki kelas
- AGUS TRIYONO >>>> Tingkat 4 ; belum memiliki kelas
- AGUSTINA >>>>>>>> Tingkat 1 ; belum memiliki kelas
Mengapa baru AFRI MUHDIANTO yang sudah memiliki kelas ??? yaa memang yang Admin kerjakan baru kelas 5 dan 6, sedangkan untuk kelas 1-4 masih dalam proses.
Baiklah di sini yang sebagai sample adalah memasukkan siswa tingkat 1 ke kelas 1, adapun demonya sebagia berikut :
1. Sepert biasa; Login OPERATOR SEKOLAH
2. Masukkan email, pasword, dan klik " Masuk "
3. Klik " PADAMU SEKOLAH "
4. Klik " Kelas "
5. Klik " Daftar Kelas "
6. Klik " Peserta Kelas "
7. Klik tanda +
8. Klik nama-nama siswa yang akan ditambahkan dan klik tanda > ; pindahkan yang dipilih
9. Klik " Tambahkan "
10. Akan tampil seperti gambar :
INI BARU 5 SISWA
11. Pindahkan semua siswa ke kelasnya, gambar di bawah ini menunjukkan bahwa 27 siswa sudah berhasil dipindahkan ke kelas 1
12. Sekarang siswa Tingkat 1 sudah memiliki kelas semua, Admin mencoba mengecek siswa atas nama AGUS HIJR ISMAIL dan AGUSTINA NUR HASANAH :
Demikian cara klak dan klik Admin. Semoga berguna/bermanfaat. Aaamiin.
Jika oleh sobat hasil tampilan klak dan klik di atas dianggap bisa bermanfaat/berguna bagi teman-teman sobat, tolong bagikan dengan cara tekan tombol share di bawah ini :sumber : http://caradata.blogspot.com/2014/09/cara-memasukkan-siswa-secara-kolektif.html
CARA PELAPORAN ONLINE PK GURU PADA AKUN KEPALA SEKOLAH
Posted by SDN45Ampenan
On 19:22
Setelah diluncurkan pada tanggal 26 September 2014 pukul 18.00 WIB, kini saatnya Kepala Sekolah mengerjakan Modul Pelaporan Online Penilaian Kinerja Guru (PKG) di Padamu Negeri. PK Guru ini menjadi salah satu persyaratan yang mesti diselesaikan agar NUPTK Kepala Sekolah bisa diaktifkan pada periode 2014 ini.
Berikut Tata Cara Pelaporan Online PK Guru pada Akun Kepala Sekolah
Berikut Tata Cara Pelaporan Online PK Guru pada Akun Kepala Sekolah
Langkah Pertama:
Login di situs PADAMU NEGERI KEMDIKBUD di http://padamu.siap.web.id/. Bisa klik DI SINI. Pilih Login PTK.
Langkah Kedua:
Masukkan username dan password , lalu pilih Masuk.
Setelah login, pilih PADAMU PTK
Langkah Ketiga
Pilih PKG Guru. Pada tutorial kali ini, saya menggunakan akun Kepala TK Pertiwi Paninggaran untuk menginput nilai istri saya. Sehingga, tidak terlihat tombol EDS Siswa, seperti pada akun Kepala SD.
Pada jendela Status Penilaian Kinerja Guru di Sekolah Anda, terlihat daftar guru. Pilih Nilai Sekarang.
Pilih Mulai Menilai
Langkah Keempat
Pada jendela Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran, terlihat bahwa jumlah item yang harus diisi adalah 14, sesuai dengan jumlah kompetensi PKG, mulai dari Kompetensi 1 Mengenal Karakteristik Peserta Didik sampai Kompetensi 14 Mengembangkan Keprofesian Melalui Tindakan Reflektif. Tampilannya, secara umum, hampir sama dengan Aplikasi PKG yang sebelumnya telah dipergunakan. Cukup dengan memilih nilai yang sesuai pada kolomnya, secara otomatis nilai tersebut akan terlihat di bagian bawah.Penjelasannya dapat dilihat di bagian bawah (nomor 1 dan 2). Kemudian, pilihLanjut (nomor 3) untuk meneruskan kompetensi berikutnya.
Tampilan Aplikasi PKG berformat excel dapat dilihat di gambar berikut:
Sedangkan tampilan berikut adalah cover Aplikasi PKG. Bila memerlukannya, silahkan download DI SINI.
Langkah Kelima
Silahkan input nilai dari Kompetensi 1 sampai 14. Bila ada isian yang terlewatkan, peringatan berikut akan munculDan akhirnya, sampai jugalah di kompetensi 14.
Setelah menyelesaikan seluruh kompetensi, tampilan berikutnya adalah REKAP HASIL PENILAIAN KINERJA
Pilih CETAK
Hasil cetakan terdiri dari dua file, yaitu file S22 LAMPIRAN A (PERSETUJUAN LAPORAN DAN PENILAIAN) dan LAMPIRAN B (REKAP HASIL)
Setelah penilaian kinerja selesai diinput, tanda silang merah pertama akan menjadi tanda centang hijau. Tanda silang merah kedua (di tengah) berarti belum mengunggah scan hasil PKG sedangkan tanda ketiga berarti hasil PKG belum disetujui Dinas. Pilih Unggah Nilai.
Muncul jendela Cetak & Unggah Hasil PKG.
Bila diklik, tombol Cetak PKG akan mengulang pencetakan SS2a seperti di atas. Sedangkan kedua tombol untuk upload file LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN DAN PENILAIAN serta Lembar REKAP HASIL belum bisa diakses.
Demikian tutorial singkat ini. Oh ya, untuk memperoleh gambaran awal tentang PK Guru, tidak ada salahnya rekan-rekan mempelajari Surat Edaran KepalaBadan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK PMP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 21014/J/LL/2014 tanggal 3 September 2014 perihalPelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PKG) 2014 yang ditujukan kepada Kepala LPMP, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Kepala Sekolah seluruh Indonesia. Silahkan lihat DI SINI.
Sedangkan SK Tim Assesor PK tingkat sekolah, yang diperlukan untuk mengisi SS2a, dapat diunduh DI SINI.
Update 28 September 2014 05.15 WIB
Apabila ingin merubah/mengedit penilaian yang sudah dilaksanakan, klik segitiga kecil di sebelah kanan Unggah Nilai (nomor 1) lalu pilih Edit Penilaian (nomor 2). Selanjutnya, jendela penilaian dari kompetensi 1 akan kembali terbuka, seperti langkah awal. Silahkan edit sesuai kebutuhan dan ikuti petunjuknya.
Tuesday, 4 November 2014
Cara Lapor Rekap Penggunaan Dana BOS Tahun 2014 di BOS kemdikbud login menggunakan user DAPODIK
Posted by SDN45Ampenan
On 20:01
Hallo Sahabat OPS ,,,,,, mungkin cara ini banyak di ketahui bagi yang tau cara login lapor rekap dana bos secara online tp tidak ada salahnya kita share bagi yang belum bisa ya hitung - hitung pahala,,,,, amin
baiklah kita mulai saja dengan baca doa terlebih dahulu
pertama -pertama sipakan Arsip data bos anda dari semester I sampai dengan Semester IV hanya K7a saja kemudian ikuti langkah pada gambar berikut :





































































